Showing posts with label Tsaqafah Islam. Show all posts
Showing posts with label Tsaqafah Islam. Show all posts

Monday, December 11, 2017

KEKUASAAN BINATANG

Bagi mereka yang mencari jabatan, harta, kekuasaan dan berbagai atribut kemegahan dunia selayaknya merenungkan firman Allâh SWT di bawah ini :

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ
Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? (QS. Muhammad : 22)

Imam Al-Qurthubi dalam tafsir nya menjelaskan bahwa makna dari ayat tersebut adalah mereka yang diberi kekuasaan lalu mempergunakan kekuasaan nya untuk memerintah manusia dengan cara yang dzalim.

Tuesday, December 27, 2016

HAKIKAT AMANAT

Salah satu perbedaan mencolok antara orang munafik dan muslim adalah dalam hal memegang amanat. Sikap khianat yang melekat pada diri munafik adalah salah satu ciri yang menandakan kehinaan seseorang. Setiap manusia yang hadir di muka bumi ini telah menanggung amanat yang diberikan langsung oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu. sedangkan kamu mengetahuinya. (QS. Al-Anfal [8]: 27)

Tuesday, November 22, 2016

BERSIH TAK BERSISA

Dalam sebuah pembicaraan dalam perjalanan pulang, teman saya menceritakan perihal ada beberapa individu yang setelah berhenti dari pembinaan (tatsqif) dan aktivitas dakwah tak tersisa sedikit pun tanda bahwa dulu ia pernah dibina dan berdakwah. Aktivitas nya jauh berbeda, mulai dari tampilan, pergaulan dan perkataan sangat tidak mencerminkan sebagai orang yang pernah terbina. Tsaqafah yang dulu diajarkan tampak bersih tak bersisa. Kenapa ini bisa terjadi? Saya pun hanya diam karena tidak tahu jawabannya. Wallahua'lam.

Hingga saya membaca firman Allâh SWT berikut ini :

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga)." (QS. Al-An'am : 46)

RAGU LALU INGKAR

Ahlul kitab adalah orang-orang yang mengetahui bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allâh SWT. Tapi, sungguh amat disayangkan mereka menyembunyikan kebenaran itu, ada keraguan dalam jiwa mereka sehingga mereka enggan mengakui Muhammad sebagai rasul. Sehingga Allâh SWT mengecam mereka dan menyebut mereka sebagai orang-orang ragu.

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ


"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu". (QS. Al-Baqarah : 147)

Tuesday, November 1, 2016

KEWAJIBAN MENYAMPAIKAN PERINGATAN




فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَى * سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَى * وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى * الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى * ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى

“Oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat, orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,  dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya (yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka) kemudian Dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup” (QS. Al-A’laa : 9-13)

Ayat ini memerintahkan Rasulullah saw. untuk menyampaikan peringatan kepada manusia. Respon mereka pun terbagi menjadi dua: yang menerima dan yang menolak. Respon itu pun menentukan nasib mereka.

Tafsir Ayat
فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَى


(Oleh sebab itu sampaikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat).

Menurut az-Zuhaili (Az-Zuhaili, Tafsîr al-Munîr) kata at-tadzkîr bermakna mengingatkan manusia pada sesuatu yang sebelumnya telah diketahui, lalu dilupakan. Kata ini bisa juga tidak mengingatkan dari perkara yang terlupakan, namun berguna untuk melanggengkan ingatan. Masih menurut az-Zuhaili, yang dimaksud ayat ini adalah menyampaikan peringatan dan nasihat dengan al-Quran. 

ALLAH SWT AKAN MEMBUKA SEMUANYA

Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berbagai macam perkataan dari pejabat-pejabat tinggi di negeri ini yang semakin menunjukkan siapa mereka sebenarnya. Berulang kali mereka mengatakan bahwa mereka komitmen untuk menjaga negeri ini, memperkokoh persatuan, kesamaan derajat dihadapan hukum, menghargai perbedaan, melindungi umat Islam, dan berbagai macam janji-janji lain nya. Tapi entah mengapa dari lisan dan tingkah laku mereka sendiri kita dapat mengambil kesimpulan bahwa janji dan ucapan mereka adalah kebohongan. Allah SWT telah menjelaskan hal ihwal terbukanya kedok kemunafikan mereka dalam ayat yang mulia.


أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ

“atau Apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan Menampakkan kedengkian mereka ?” (QS. Muhammad : 29)

Sunday, October 16, 2016

BILA MENDIAMKAN KEDZALIMAN





وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Peliharalah diri kalian dari  siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang  zalim saja di antara kalian. Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”. (QS al-Anfal [8]: 25).

Menurut Zubair bin al-Awwam, Hasan al-Bashri, as-Sudi, dan lain-lain ayat ini turun untuk para Sahabat yang terlibat dalam Perang Jamal. Ahmad, al-Bazzar, Ibnu Mundzir, Ibnu Mardawaih, dan Ibnu Asyakir menuturkan riwayat dari az-Zubair yang berkata, “Sesungguhnya kami membaca ayat ini pada masa Rasulullah saw., Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Kami tidak mengira bahwa kamilah orangnya hingga fitnah itu terjadi di tengah-tengah kami.[1]

Thursday, October 13, 2016

DOSA BESAR 7 : MENINGGALKAN HAJI PADAHAL MAMPU


Melaksanakan Haji adalah rukun Islam yang kelima, kewajiban ibadah ini didasarkan pada firman Allah SWT :

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
“mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (QS. Ali Imran : 97)

Orang-orang yang mampu beribadah haji akan tetapi ia tidak mau melaksanakannya maka orang tersebut telah melakukan dosa besar.

Rasulullah SAW bersabda :

من ملك زاداً وراحلة تبلغه حج بيت الله الحرام ولم يحج فلا عليه أن يموت يهودياً أو نصرانياً وذلك لأن الله تعالى يقول: " ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا "

“Barangsiapa memiliki bekal dan kendaraan yang dapat mengantarkannya haji ke Baitullah tetapi tidak menjalankannya, semoga saja ia tidak mati sebagai yahudi atau nashrani.” Yang demikian itu karena Allah telah berfirman , “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu         (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (HR. Tirmidzi)

KELOMPOK PEMENANG


إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ * وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ*

Sesungguhnya penolong kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat seraya tunduk (kepada Allah). Siapa saja yang mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. (QS al-Maidah [5]: 55-56).

Sabab an-Nuzûl

Ketika Nabi saw berhijrah ke Madinah, Beliau didatangi oleh Bani Asad bin Khuzaimah. Mereka berjumlah tujuh ratus orang, laki-laki dan perempuan. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah diasingkan dan diputus dari kabilah dan keluarga kami. Lalu siapakah yang menolong kami?” Kemudian turunlah ayat ini. (As-Samarqandi, Bahr al-‘Ulûm, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1993), 445.)

Tafsir Ayat
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا
(Sesungguhnya penolong kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman).

Secara bahasa, kata al-waliyy bermakna an-nâshir wa al-mu’în (penolong dan pembantu). (Ali al-Shabuni, Rawâi’ al-Bayân Tafsîr آyât al-Ahkâm, vol. 1 (Beirut: Dar al-Fikr, tt), 397)

Allah Swt. sebagai wali bagi kaum Mukmin adalah al-ashl (asal, pangkal), sementara yang lainnya bersifat ikutan (al-taba’). Karena itu, meskipun dalam ayat ini ada tiga wali yang disebutkan, semuanya diungkapkan dalam bentuk tunggal (waliyyukum) dan tidak diungkapkan dalam bentuk jamak (awliyâukum). (Az-Zamakhsyari, Al-Kasysyâf, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1995), 635; (Ajili, Al-Futûhât al-Ilâhiyyah, vol. 2 (Beirut: Dar al-Fikr, 2003), 256; al-Qasimi, Mahâsin at-Ta’wîl, vol. 4, 175.

Saturday, October 1, 2016

DOSA BESAR 6 : BERBUKA DI SIANG HARI PADA BULAN RAMADHAN TANPA UDZUR

Kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan telah ditetapkan dalam dalil yang qath’i.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ * أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain”. (QS. Al-Baqarah : 183-184)

Apabila seorang muslim secara sengaja berbuka puasa di siang hari tanpa udzur syar’i (pengecualian yang ditetapkan oleh Allah SWT) maka pelakunya melakukan dosa besar dan layak menerima sanksi di dunia dan adzab di akhirat. Syaikh Abdul Lathif ‘Uwaidhah berkata :
فإن التارك لهذا الركن ، أو حتى المقصِّر فيه ليستحق العذاب الأليم في الآخرة فضلاً عن إيقاع دولة الخلافة العقوبة عليه في الدنيا

”Siapa saja muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan, dan bahkan yang sekedar melalaikannya [misalnya berbuka sebelum waktunya], sungguh dia berhak mendapatkan azab yang pedih di akhirat dan lebih-lebih lagi dia juga mendapatkan sanksi dari negara Khilafah di dunia.” (Mahmud ‘Abdul Lathif ‘Uwaidhah, Al Jami’ li Ahkam Ash Shiyam, hlm. 54).

Friday, September 16, 2016

DOSA BESAR 5 : TIDAK MEMBAYAR ZAKAT

Zakat merupakan salah satu infak yang diwajibkan dalam Islam. Zakat merupakan salah satu ibadah yang melibatkan harta, perhitungan besaran dan kapan harus dikeluarkan telah ditentukan oleh Allah SWT. Zakat hanya dibebankan kepada orang-orang tertentu dengan aturan yang ketat, selain itu penyaluran harta zakat dan bentuk pengelolaan nya pun telah ditentukan dengan aturan tertentu.

Bila ada seorang yang muslim yang telah wajib membayar zakat akan tetapi orang tersebut menolak dan melalaikan pembayarannya atau melakukan upaya untuk menghindari pembayaran zakat, maka orang tersebut terkategori orang bakhil. Allah SWT telah mengingatkan bahwa bakhil adalah sikap tercela dan tidak bernilai kebaikan sama sekali.

Friday, September 9, 2016

TERTAWA

Tertawa itu menentukan dimana dia akan hidup di akhirat nanti. Tak tanggung-tanggung Allâh SWT sendiri lah yang telah menentukan nasib seseorang dari tertawa.

Simak ayat pada akhir surat Al- Muthafifin berikut :

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ * وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ * وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ * وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَضَالُّونَ *


“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat" (QS. Al-Mutaffifin 29 - 33)

Tuesday, September 6, 2016

DOSA BESAR 4 : MELALAIKAN DAN MENINGGALKAN SHOLAT WAJIB

Shalat wajib merupakan salah satu rukun Islam. Kewajiban nya bersifat Qath’i tsubut dan dalalah, mengingkari kewajiban sholat yang lima waktu adalah bentuk kekufuran, melalaikan meninggalkan nya merupakan dosa besar.

Berikut adalah dalil-dalil yang menyatakan bahwa mengabaikan terlebih meninggalkan shalat adalah bentuk dosa besar.

Dalil Al-Quran

Allah SWT berfirman
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan(QS. Maryam : 59)

Wednesday, August 31, 2016

DOSA BESAR 3 : SIHIR

Sihir adalah perbuatan kufur, pelakunya adalah kafir. Sihir adalah ajaran setan, mereka mengajarkan kepada manusia agar manusia menjadi musyrik.

وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

“Akan tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia” (QS. Al-Baqarah 102)

Keberadaan ilmu sihir adalah ujian keimanan bagi manusia agar manusia tidak menjadi kafir. Ilmu sihir merupakan ilmu yang menarik bagi manusia, dengan sihir manusia mampu mendapatkan apa yang dia inginkan, memisahkan suami dari istrinya, mengelabui orang dan kehebatan lain nya, akan tetapi mengamalkan sihir tidak sekedar haram akan tetapi menjadikan pelakunya kafir.

Friday, August 26, 2016

DOSA BESAR 2 : MEMBUNUH JIWA

Dosa besar kedua setelah mempersekutukan Allah adalah membunuh jiwa tanpa hak. Larangan Allah SWT dan Rasul Nya sangat tegas terdapat pada Al-Quran dan Hadits. Membunuh jiwa tanpa hak merupakan perbuatan dzalim yang telah Allah SWT tetapkan hukuman di dunia berupa Qishah atau Diyat serta adanya ancaman bagi pelaku nya di akhirat. 

Membunuh jiwa tanpa hak adalah pembunuhan diluar ketentuan Syariat. Beberapa pembunuhan yang tidak terkategori dosa adalah :

  • Membunuh dalam Jihad fi Sabilillah
  • Membunuh dalam memerangi kaum yang bughat pada Khalifah
  • Membunuh pelaku penyerangan dalam rangka menjaga diri, kehormatan dan harta
  • Membunuh pelaku pembunuhan
  • Membunuh pelaku perzinahan
  • Membunuh orang murtad
  • Membunuh pelaku homoseksual
  • Membunuh pelaku yang menyetubuhi binatang
  • Membunuh pelaku kriminal lain dengan pertimbangan hakim memang layak untuk dibunuh

Wednesday, August 24, 2016

DOSA BESAR 1 : SYIRIK (MEMPERSEKUTUKAN ALLAH SWT)

Syirik adalah perbuatan mempersekutukan Allah SWT. Dosa ini merupakan jenis Kabair terbesar. Syirik dibagi menjadi dua macam yaitu Syirik besar dan syirik kecil.

Syirik besar adalah menjadikan sesuatu sebagai tandingan bagi Allah SWT dan atau beribadah kepada selain Nya. Allah Berfirman :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa : 48)

Sunday, August 21, 2016

DOSA BESAR

Dosa besar (الكبائر) adalah semua larangan Allâh SWT dan Rasul-Nya yang tercantum dalam Al-Quran dan As-Sunnah, serta atsar dari parah salafus shalih. 

Allah Swt telah menjanjikan bila kita meninggalkan dosa - dosa besar maka Allâh akan menghapus dosa-dosa kecil yang pernah dilakukan. Allah berfirman :

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (QS. An-Nisa : 31)

Tuesday, August 9, 2016

BANDUNG BAROKAH : MEWUJUDKAN NILAI HAKIKI DALAM KEHIDUPAN


 Leutik campernik, gemah ripah wibawa mukti, 
mapag galur dina ridho gusti nu maha suci Allâhu rabbi.




Bandung kini sedang asik-asik nya bersolek. Nuansa Eropa di sepanjang jalur Asia-Afrika, pembenahan kolong jalan layang Pasupati, dibuatnya wisata sungai Teras Cikapundung dan taman-taman kota yang indah telah tersebar dibeberapa lokasi. Hal ini tentu menjadi daya tarik wisata, tujuan nya adalah menambah indeks kebahagiaan warga kota. Bisa jadi memang warga Bandung kurang bahagia, karena beban hidup yang semakin berat hingga kebahagiaan warga perlu dijaga agar tidak stress hingga akhirnya menimbulkan penyakit jiwa.

Saturday, July 30, 2016

NARKOBA, UANG DAN HUKUMAN MATI

Eksekusi mati terhadap terpidana Freddy Budiman menuai banyak sekali opini, setelah keluarnya narasi percakapan antara Freddy dan Haris Azhar (Koordinator Kontras) yang menceritakan pengakuan Freddy terkait aliran uang haram pada sejumlah petinggi BNN, Polisi dan TNI. Hal yang luar biasa terlihat dari jumlah nominal uang yang menjadi uang pelicin agar  narkoba bisa masuk ke Indonesia.

Nampak nya Kontras tidak main - main dengan apa yang dipublikasikan. Haris Azhar menyatakan bahwa percakapan itu benar adanya dan seharusnya dapat menjadi salah petunjuk awal bagi BNN, Polisi, dan TNI untuk bersih-bersih diri.

Thursday, July 28, 2016

HADITS MUTAWATIR

Secara bahasa, mutawatir adalah isim fa’il dari at-tawatur yang artinya berurutan. 
Sedangkan mutawatir menurut istilah adalah 
“apa yang diriwayatkan oleh sejumlah banyak orang yang menurut kebiasaan mereka terhindar dari melakukan dusta mulai dari awal hingga akhir sanad”. 
Atau : 
“hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang banyak pada setiap tingkatan sanadnya menurut akal tidak mungkin para perawi tersebut sepakat untuk berdusta dan memalsukan hadits, dan mereka bersandarkan dalam meriwayatkan pada sesuatu yang dapat diketahui dengan indera seperti pendengarannya dan semacamnya”.