JK bukan Jusuf Kala tapi sebuah
singkatan dalam bahasa jepang yang berarti joshi kosei yang berarti “siswi
sekolah menengah atas”. Masyarakat Jepang
mengenalnya sebagai sebuah bisnis dimana seorang laki-laki dapat menyewa
seorang perempuan remaja (usia SMA) untuk berkencan dan bercengkrama. Pusat
bisnis JK ini adalah di Jalan Akihabara di kota Tokyo. Nama jalan ini (Akihabara)
diadopsi menjadi nama sebuah girlband yang terkenal yaitu AKB 48 yang
selanjutnya meluas hingga konsep grup musik ini diadopsi di berbagai negara
termasuk Indonesia yang kita kenal dengan JKT 48.

