Friday, December 22, 2017

MENGAPA TIDAK ADA ANTIBIOTIK BARU ?

Oleh : Ilman Silanas, Apt., M.Kes
Apoteker RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung


Antibiotik, “keajaiban” dunia medis dalam mengadapi infeksi bakteri. Sejak ditemukan tahun 1928 antibiotik telah menyelamatkan jutaan nyawa manusia. 97 tahun berlalu, dibalik cerita sukses, kini antibiotik mengadapi “era kegelapan”, Post Antibiotic Era.

Post Antibiotic Era adalah masa dimana penyakit infeksi yang mengancam jiwa tidak dapat diatasi karena antibiotik tidak lagi efektif disebabkan permasalahan resistensi. Pada masa ini tidak ada antibiotik  jenis baru yang lebih efektif, karena tidak ada lagi produsen yang mau melakukan penelitian dan pengembangan antibiotik baru.

Monday, December 11, 2017

KEKUASAAN BINATANG

Bagi mereka yang mencari jabatan, harta, kekuasaan dan berbagai atribut kemegahan dunia selayaknya merenungkan firman Allâh SWT di bawah ini :

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ
Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? (QS. Muhammad : 22)

Imam Al-Qurthubi dalam tafsir nya menjelaskan bahwa makna dari ayat tersebut adalah mereka yang diberi kekuasaan lalu mempergunakan kekuasaan nya untuk memerintah manusia dengan cara yang dzalim.

Tuesday, December 5, 2017

ANTBIOTIC SKIN TEST (AST) : DETEKSI DINI ALERGI ANTIBIOTIK ?

Oleh : Ilman Silanas, Apt.,M.Kes
Apoteker RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung


Alergi adalah respon hipersensitif imunologis yang terjadi karena paparan alergen. Alergi obat dikategorikan sebagai reaksi obat yang tidak diinginkan. Ciri khas reaksi alergi obat adalah :
  1. Tidak terprediksi
  2. Terjadi pada individu tertentu
  3. Tidak berhubungan dengan sifat farmakologi obat
  4. Memerlukan periode induksi pada awal paparan tapi tidak pada paparan kedua
  5. Dapat terjadi pada dosis dibawah dosis terapeutik
  6. Bisa berefek pada organ, pada umumnya mempengaruhi kulit
  7. Manifestasi klinis yang nampak adalah erythema, angioedema, serum sicknes syndrome, anafilaksis dan asma.
  8. Terjadi pada sebagian kecil populasi (10-15%)
  9. Menghilang saat terapi obat dihentikan dan muncul kembali setelah diberikan obat yang sama atau obat dengan struktur kimia yang mirip
  10. Dapat dilakukan desensitisasi


Reaksi alergi dapat dikategorikan menjadi empat tipe :

1.       Tipe I Hipersensitivitas Tipe Cepat (Anafilaksis)
2.       Tipe II Reaksi Sitotoksik
3.       Tipe III Reaksi Kompleks Imun
4.       Tipe IV Reaksi Tertunda

Alergi tipe satu merupakan alergi yang paling banyak memakan korban. Alergi tipe ini diperantarai oleh Immunoglubulin E (IgE) yang dapat terjadi 30 menit setelah paparan alergen. Penisilin adalah salah satu penyebab utama terjadinya alergi tipe I.