Showing posts with label Farmasi. Show all posts
Showing posts with label Farmasi. Show all posts

Tuesday, September 8, 2020

IMMUNE BOOSTER UNTUK LANSIA


Oleh : apt. Ilman Silanas, M.Kes

Lanjut Usia (Lansia) merupakan kelompok individu dengan usia  65 tahun keatas. Pada kelompok ini infeksi bakteri, virus dan jamur seringkali terjadi. Seiring pertambahan usia, fungsi sistem imunitas mengalami penurunan yang menyebabkan berkurangnya respon tubuh terhadap infeksi. Infeksi yang sering terjadi adalah pneumonia bakterial, influenza, infeksi kulit, infeksi saluran cerna, dan infeksi saluran kemih.[1]  Salah satu studi Harvard University menyatakan bahwa penyakit infeksi yang tanpa gejala dapat menyebabkan demensia (penyakit saraf yang dapat menyebabkan penurunan daya ingat pada lanjut usia).[2] Selain dapat menyebabkan penurunan kognitif, infeksi saluran nafas seperti pneumonia pada kelompok usia di atas 85 tahun meningkatkan risiko 32 kali lebih besar tingkat kematian dibandingkan dengan lansia yang berumur 65 hingga 69 tahun[3].

Masa pandemi COVID-19 menjadi ancaman yang serius bagi kesehatan lansia. Risiko paling tinggi dialami oleh lansia yang berusia di atas 80 tahun dengan angka kematian yang mencapai 21,9% dibandingkan pasien corona dari kategori usia lainnya.[4] Kepala Divisi Alergi dan Imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, dr. Deshinta Putri Mulya, M.Sc., Sp.PD-KAI., FINASIM, menyatakan bahwa menguatkan imunitas tubuh adalah hal yang sangat penting selama masa pandemi COVID-19.[5]

Friday, December 22, 2017

MENGAPA TIDAK ADA ANTIBIOTIK BARU ?

Oleh : Ilman Silanas, Apt., M.Kes
Apoteker RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung


Antibiotik, “keajaiban” dunia medis dalam mengadapi infeksi bakteri. Sejak ditemukan tahun 1928 antibiotik telah menyelamatkan jutaan nyawa manusia. 97 tahun berlalu, dibalik cerita sukses, kini antibiotik mengadapi “era kegelapan”, Post Antibiotic Era.

Post Antibiotic Era adalah masa dimana penyakit infeksi yang mengancam jiwa tidak dapat diatasi karena antibiotik tidak lagi efektif disebabkan permasalahan resistensi. Pada masa ini tidak ada antibiotik  jenis baru yang lebih efektif, karena tidak ada lagi produsen yang mau melakukan penelitian dan pengembangan antibiotik baru.

Thursday, December 22, 2016

STABILITAS DAN KOMPATIBILITAS SEFAZOLIN

Oleh :
Ilman Silanas, Apt.,M.Kes
(Apoteker RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung)

Sefazolin merupakan antibiotik golongan Sefalosporin generasi pertama. Sefazolin lebih aktif pada bakteri gram positif. Mekanisme kerja antibiotik ini adalah dengan menghambat sistensis dinding sel yang membuat sel bakteri lisis sehingga menyebabkan kematian bakteri. Sefazolin memililiki sifat bakterisida. Dalam standar penggunaan antibiotik, sefazolin sebagai antibiotik profilaksis tindakan operasi yang diberikan 30-60 menit sebelum insisi. Sefazolin dalam bentuk garam natrium tersedia dalam sediaan 500 mg, 1000 mg, dan 2000 mg.

Administrasi intramuscular, rekonstitusi sediaan dengan pelarut air steril untuk injeksi, volume pelarutan mengikuti tabel dibawah ini

Tuesday, December 13, 2016

PENJELASAN SINGKAT KARBAPENEM

Oleh : Ilman Silanas, Apt.,M.Kes (Apoteker RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung)


Karbapenem merupakan antibiotik spektrum paling luas bila dibandingkan dengan semua kelas antibiotik.

Pola kerja yang hampir sama dengan penisilin, Karbapenem meripakan antibiotik dengan sifat bakterisida  yang berikatan dengan penisilin binding proteins (PBPs). Pengikatan ini menjadikan protein tidak aktif, karbapenem menghambat sistesis dinding sel bakteri sehingga bakteri mengalami kematian. 1,2



Beberapa jenis Karbapenem memiliki afinitas spesifik pada beberapa subtype PBPs. Beberapa bakteri menunjukkan sifat resistensi intrinsik pada karbapenem. 1,2

Sebagai contoh, methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) resisten pada PBP2a, sementara Enterococcus faecium resisten pada PBP5. Resistensi pun terjadi disebabkan adanya aktivitas porin (contoh OprD-Protein yang terdapat pada membran luar sel bakteri-), yang terjadi pada Pseudomonas aeruginosa. 1,2

Saturday, July 23, 2016

VAKSIN DAN AUTISME

Oleh : Ilman Silanas,Apt.,M.Kes
(Apoteker RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung)

Vaksin kini menjadi sorotan, tidak hanya karena urusan vaksin palsu, akan tetapi isu lama yang kembali terulang. Isu tersebut adalah kandungan zat berbahaya dalam vaksin yang bernama Thimerosal. Thimerosal dituduh menjadi faktor penyebab Autisme pada anak. Hal ini karena Thimerosal mengandung raksa (merkuri). Bila ingat merkuri maka yang ada dalam benak kita adalah logam berat penyebab kasus Minamata di Jepang. Semua orang yang mengetahui kejadian Minamata pasti akan merasa takut bila hal tersebut terjadi pada diri atau keluarganya.

Tulisan ini dibuat dalam rangka menjelaskan hakekat Thimerosal dan vaksin serta keamanannya. Penyusunan tulisan ini dilakukan dengan melakukan pengutipan dari sumber-sumber pustaka terkait bahan tambahan farmasi dan publikasi yang dilakukan oleh Centers for  Diseases Control (CDC) Amerika Serikat yang memang secara kontinu melakukan pengkajian terhadap masalah ini.

Tuesday, July 19, 2016

KATEGORI OBAT UNTUK KEHAMILAN

Oleh : Ilman Silanas, Apt.,M. Kes (Apoteker RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung)

Wanita dalam kondisi hamil perlu memperhatikan obat-obat yang dikonsumsi. Wanita hamil atau keluarga terdekat perlu mengetahui kategori obat untuk kehamilan. Klasifikasi obat pada kehamilan ini dikelompokkan  berdasarkan  risiko obat pada perkembangan janin dan kelanjutan kehamilan.

Setiap orang dapat mengetahui kategori obat untuk kehamilan dengan melihat pada brosur obat atau buku informasi spesialite obat seperti MIMS atau ISO, dapat juga mengakses situs Internet seperti mims.com atau drugs.com.

Berikut kategori obat untuk kehamilan dan penjelasannya yang dikeluarkan oleh FDA (Food and Drugs Administration) Amerika Serikat.

Monday, July 18, 2016

5 ATURAN ANTIBIOTIK UNTUK PASIEN

Oleh :
Steve Leuck, PharmD
Pendiri AudibleRx pada tahun 2011. AudibleRx adalah situs atau aplikasi yang menyajikan Consumer Medication Information (CMI) dalam bentuk audio.

Diterjemahkan Oleh :
Ilman Silanas, Apt.,M.Kes
Apoteker RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Pada setiap rumah pasti memiliki botol berisi sisa antibiotik yang tersimpan pada kotak obat. Hal itu biasa terjadi ketika seseorang yang menderita infeksi tidak tuntas menggunakan antibotik, mungkin karena merasa nyeri pada perut, merasakan adanya reaksi alergi, atau merasa kondisinya membaik atau alasan lain, akhirnya mereka menyisakan antibiotik dan menyimpannya pada kotak obat.

Lalu bila dikemudian hari dirinya atau anggota keluarga sakit, mereka tinggal membuka kotak obat dan mengambil botol yang berisi sisa antibiotik yang mereka simpan, dan menggunakannya ulang.

Kebiasaan ini adalah kesalahan yang fatal, seharusnya mereka membersihkan seluruh sisa antibiotik dan memulai mengikuti 5 aturan ini :

Thursday, July 14, 2016

KOMBINASI ANTIBIOTIK PENYEBAB KEMATIAN MENDADAK

Oleh :
Pendiri AudibleRx pada tahun 2011. AudibleRx adalah situs atau aplikasi yang menyajikan Consumer Medication Information (CMI) dalam bentuk audio.

Diterjemahkan Oleh :
Ilman Silanas, Apt.,M.Kes
Apoteker RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Pengkajian terkait peresepan terus dilakukan. Sebuah penelitian yang dirilis oleh British Medical Journal menunjukkan kombinasi Trimetoprim/  Sulfametoksazol sebagai salah satu penyebab meningkatnya risiko kematian mendadak pada populasi tertentu. Data penelitian dikumpulkan selama 17 tahun, dari tahun 1994 hingga 2012, mencakup pasien dengan usia 66 tahun ke atas yang menjalani terapi Angiotensin Converting Enzym (ACE) inhibitor atau Angiotensin Receptor Blocker (ARB), dan meninggal secara mendadak 7 hingga 14 hari setelah memulai rawat jalan dengan terapi antibiotik oral.

Sunday, July 10, 2016

BAGAIMANA PROSES TERJADINYA RESISTENSI ANTIBIOTIK ?

Sumber : http://www.cdc.gov/getsmart/community/images/how-ar-happens.jpg

BAGAIMANA RESISTENSI ANTIBIOTIK MENYEBAR ?

Sumber : http://www.cdc.gov/getsmart/community/images/howar-spreads.jpg

ANTIBIOTIK MANA YANG TERMASUK DALAM KATEGORI TIME DEPENDENT (TD) DAN CONCENTRATION DEPENDENT (CD)?

Oleh :
Laura S. Lehman, PharmD
Clinical Coordinator, Pharmacy, Carroll Hospital Center, Westminster, Maryland
24 Oktober 2007


Diterjemahkan dengan penambahan Oleh : 
Ilman Silanas, Apt.,M.Kes
(Apoteker RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung)

Pertanyaan :

Dapatkah anda memberikan daftar antibiotik yang terkategori Time Dependent dan Concentration Dependent, termasuk antibiotik baru Tigesiklin ? dapatkah Tigesiklin diberikan sehari sekali daripada setiap 12 jam ?

Jawab :

Farmakologi antibiotik mencakup Farmakokinetika dan Farmakodinamik. Farmakokinetik membahas konsentrasi dan waktu obat selama dalam host (tubuh pasien), sedangkan Farmakodinamik membahas konsentrasi dan waktu interaksi yang diperlukan antibiotik untuk memerangi patogen dalam host 1. Dua jenis utama Kategori Farmakodinamik antibiotik  yaitu Time-Dependent  bactericidal Effect (Efek bakterisida bergantung waktu) dan Concentration Dependent Bactericidal Effect (Efek Baktersida bergantung Konsentrasi). Kategori ketiga yang telah dapat diuraikan, yaitu antibiotik yang memiliki karakter gabungan Time dependent dan Concentration Dependent 2.

Thursday, July 7, 2016

WASPADA : RESISTENSI ANTIBIOTIK

Oleh : Ilman Silanas, Apt.,M.Kes (Apoteker RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung)

Secara umum penyakit yang diderita manusia hanya digolongkan menjadi dua, yaitu penyakit infeksi dan penyakit non-infeksi. Penyakit infeksi disebabkan oleh adanya mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh kita dan menyebabkan kondisi patologis disebabkan proses metabolisme yang mereka lakukan. Mikroorganisme yang dimaksud bisa berupa bakteri, protozoa, jamur, dan virus.

Bakteri merupakan mikroorganisme uniseluler tanpa inti sel. Bakteri dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui banyak jalur, yang pasti saat bakteri masuk dalam jaringan tubuh, dan menemukan tempat ideal untuk melakukan metabolisme, maka bagian tubuh itulah yang akan menjadi site of infection. Bakteri merupakan mikroorganisme dengan kemampuan adaptasi yang tinggi. Susunan DNA yang mereka miliki memungkinkan untuk mereka merubah kode genetik untuk menghasilkan senyawa kimia baru untuk melindungi diri mereka sendiri dari ancaman. Terlebih tidak adanya selubung inti sel yang dapat memudahkan rantai gen mereka disalin dan dibagikan pada bakteri yang lain.

Monday, November 2, 2015

FORMAT BARU DOKUMENTASI ASUHAN KEFARMASIAN METODE FARM (FINDING, ASSESMENT, RESOLUTION, AND MONITORING)



Hasil gambar untuk pharmaceutical care
Oleh : Ilman Silanas, Apt.,M.Kes
(Apoteker RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung)

FARM merupakan metode pendokumentasian asuhan kefarmasian dari sebuah proses berurutan yang dimulai finding (temuan), assessment (penilaian temuan), resolution (penyelesaian) dan monitoring (pemantauan). Pendokumentasian ini berfokus pada pengelolaan manfaat dan risiko penggunaan obat terhadap pasien.  FARM dilakukan bila dokter telah membuat order kepada Farmasi terkait obat yang akan diberikan. Bila dokter belum memulai order maka tidak ada kewajiban apoteker untuk melakukan asuhan kefarmasian.

Bagaimana pendokumentasian FARM ini dibuat ?

Pertama, langkah awal dalam melakukan pendokumentasian FARM adalah membuat kelompok masalah terkait obat DRPs. Setiap masalah FARM harus diselesaikan secara terpisah dan membuat prioritas masing-masing. Berikut tipe-tipe masalah terkait obat :

Wednesday, November 30, 2011

PERANAN, FUNGSI, DAN TUGAS APOTEKER DI APOTEK

Apotek
Apotek adalah suatu tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian, penyaluran sediaan farmasi, dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Pengertian ini didasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek.
Pekerjaan kefarmasian menurut UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 yaitu meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Apotek sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan perlu mengutamakan kepentingan masyarakat dan berkewajiban menyediakan, menyimpan dan menyerahkan perbekalan farmasi yang bermutu baik dan keabsahannya terjamin. Apotek dapat diusahakan oleh lembaga atau instansi pemerintah dengan tugas pelayanan kesehatan di pusat dan daerah, perusahaan milik negara yang ditunjuk oleh pemerintah dan apoteker yang telah mengucapkan sumpah serta memperoleh izin dari Suku Dinas Kesehatan setempat.