Tuesday, April 11, 2023

MENGENAL OBAT UNTUK PENYAKIT JANTUNG KORONER

apt. Ilman Silanas, M.Kes., M.Farm.Klin

Kali ini saya akan mengajak pembaca sekalian untuk mengenal obat-obatan  yang biasa digunakan dalam pengobatan penyakit Coronary Arterial Disease (CAD) atau Penyakit Jantung Koroner (PJK). Berikut adalah beberapa obat yang umum digunakan dalam pengobatan CAD beserta mekanisme kerjanya:

1. Antiplatelet, seperti Aspirin dan Clopidogrel: Obat ini bekerja dengan menghambat pembentukan bekuan darah dengan menghambat aktivasi platelet. Aspirin bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX) dan mereduksi produksi tromboksan A2, sedangkan Clopidogrel bekerja dengan menghambat reseptor ADP pada platelet.

Monday, April 10, 2023

SAYA SUDAH MENGGUNAKAN OBAT HIPERTENSI, TAPI MENGAPA TEKANAN DARAH SAYA TAK KUNJUNG TERKONTROL ?

Oleh : apt. Ilman Silanas, M.Kes., M.Farm.Klin

Pertanyaan itu sering diajukan oleh pasien hipertensi yang belum juga mendapat hasil positif dari terapi yang dijalani. Sebuah analisis dari sampel NHANES 2003-2010 yang fokus pada karakteristik orang dengan hipertensi tidak terkontrol menunjukkan bahwa 39,4% subjek tidak menyadari hipertensi mereka, 15,8% menyadari tetapi saat ini tidak menggunakan obat, dan hanya 44,8% menyadari dan sedang menjalani pengobatan.¹ Data tersebut menunjukan ada 44,8% pasien yang menjalani pengobatan tapi hipertensi nya belum juga terkontrol.

Tenaga kesehatan dan juga pasien perlu mengetahui faktor-faktor yang bisa menyebabkan kegagalan pengobatan (medication failure) pada terapi hipertensi. Berikut adalah beberapa faktor-faktor tersebut :

OBAT TRADISIONAL PENURUN BERAT BADAN

Oleh : apt. Ilman Silanas, M.Kes., M.Farm.Klin

Obesitas adalah masalah kesehatan global yang terus meningkat. Menurut data WHO, pada tahun 2016, lebih dari 1,9 miliar orang dewasa di seluruh dunia memiliki kelebihan berat badan, dan lebih dari 650 juta orang di antaranya adalah obesitas. Obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Di Indonesia, masalah obesitas juga semakin meningkat. Menurut data Riskesdas 2018, prevalensi obesitas pada orang dewasa di Indonesia meningkat dari 19,4% pada tahun 2013 menjadi 21,8% pada tahun 2018. Obesitas juga semakin sering ditemukan pada anak-anak dan remaja. Faktor-faktor yang menyebabkan meningkatnya kasus obesitas di Indonesia meliputi perubahan pola makan, gaya hidup yang kurang aktif, dan urbanisasi.

Permasalahan obesitas di Indonesia tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berdampak pada ekonomi negara. Biaya pengobatan penyakit yang disebabkan oleh obesitas sangat tinggi, dan dapat mengurangi produktivitas dan kualitas hidup individu.

Untuk mengatasi masalah obesitas, diperlukan upaya dari berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat, dan industri makanan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat, memperbaiki pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik, serta mengatur regulasi dan kebijakan terkait makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Indonesia sebagai negeri dengan keragaman hayati yang melimpah memiliki tanaman yang berpotensi mengatasi masalah obesitas. Berikut ini adalah lima tanaman herbal yang dapat membantu menurunkan berat badan:

BIJAK MENGGUNAKAN OBAT TRADISIONAL

Oleh : apt. Ilman Silanas, M.Kes., M.Farm.Klin

Masyarakat Indonesia masih menjadikan obat tradisional sebagai pilihan untuk mengobati berbagai macam keluhan penyakit. Data  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2018 menunjukkan 75,6% masyarakat menggunakan obat tradisional. Sementara itu, menurut data dari Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan dan Produk Kesehatan Indonesia (APSKI) pada tahun 2019, pangsa pasar herbal dari seluruh pasar produk kesehatan mencapai sekitar 35%.

Pasar obat tradisional di Indonesia terus mengalami peningkatan. Dari data Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan kementrian Kesehatan RI, pada tahun 2006 pasar obat herbal mencapai Rp 5 triliun. Di tahun 2007 dan 2008, pasar obat herbal menjadi Rp.6 triliun dan Rp 7,2 triliun secara berurutan. Pada tahun 2012, pasar obat herbal mencapai Rp 13,2 triliun dengan nilai dalam negeri sebesar Rp12,1 triliun dan ekspor sebesar Rp 1,1 triliun. Pasar obat herbal tersebut meliputi Jamu, obat herbal, minuman herbal, spa dan aroma terapi.¹

HAL-HAL PENTING TENTANG CAMPAK

Oleh : apt. Ilman Silanas, M.Kes., M.Farm.Klin

Sebagai Apoteker Ahli Farmasi Klinik saya akan menyampaikan hal hal yang masyarakat harus ketahui tentang penyakit campak:

HATI-HATI MENGGUNAKAN PARASETAMOL PADA KONDISI INI !!!!

Oleh : apt. Ilman Silanas, M.Kes., M.Farm.Klin

Parasetamol adalah obat penurun demam dan penghilang rasa sakit yang umum digunakan. Namun, ada beberapa kondisi tertentu yang membuat seseorang harus berhati-hati dalam menggunakan Parasetamol. 

1. Hepatitis atau gangguan hati

Pasien yang menderita hepatitis atau gangguan hati sebaiknya tidak menggunakan Parasetamol. Sebab, obat ini dapat memperburuk kondisi hati dan menyebabkan kerusakan hati yang lebih parah.

Efek parasetamol pada pasien dengan gangguan hati dapat terjadi karena parasetamol diproses di hati dan diubah menjadi senyawa toksik yang disebut N-acetyl-p-benzoquinone imine (NAPQI). Senyawa ini harus segera dibuang dari hati, karena bila terakumulasi akan menyebabkan kerusakan sel hati yang tentu akan memperberat kerusakan yang sudah terjadi. 

Pada pasien gangguan hati, eliminasi senyawa NAPQI dari tubuh bisa terganggu. Hal ini dapat membuat risiko kerusakan hati akibat parasetamol semakin tinggi. Selain itu, pasien dengan gangguan hati memiliki kadar glutathione yang rendah. Glutathione adalah senyawa yang membantu menghilangkan senyawa NAPQI dari tubuh pasien.¹

Tuesday, April 4, 2023

FORMULARIUM OBAT DI MASA PERADABAN ISLAM

 Oleh : apt. Ilman Silanas, M.Kes, M.Fam.Klin

Sejak mendirikan Negara Islam di Madinah, Rasulullah telah meletakkan pondasi kuat untuk membangun peradaban besar yang berpengaruh di dunia. Berkat perjuangan para Sahabat dan generasi setelahnya umat Islam telah berhasil menguasai wilayah yang dulu dikuasai oleh kekaisaran Romawi dan Persia. Tidak hanya mendapatkan wilayah baru untuk diterapkan hukum-hukum Allah SWT,umat Islam pun mendapat limpahan ilmu pengetahuan yang menjadi modal untuk membangun peradaban yang lebih kuat.

Sepanjang sejarah kekuasaan Khilafah Islam, tak jarang ujian berupa wabah penyakit terjadi. Wabah penyakit melanda di beberapa wilayah negara, bersyukur, para pemegang kebijakan mau melaksanakan perintah Nabi SAW untuk menyerahkan masalah pada ahlinya, wabah pun dapat dilokalisir dan tidak sampai menyebar ke daerah lain. Peradaban yang maju dapat dilihat dari upaya kesehatan yang dilakukan, preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Tidak mungkin sebuat peradaban berkembang tanpa modal kesehatan penduduknya. Kegiatan dakwah dan jihad dapat berlangsung sukses jika para dai dan tentara dalam kondisi sehat. Ekonomi dapat berjalan bila ancaman wabah penyakit sirna. Pendidikan bisa berjalan dengan baik jika guru dan murid terjaga kesehatannya.

Seluruh upaya kesehatan pasti melibatkan penggunaan bahan yang berfungsi untuk memperbaiki kondisi tubuh.  Penelitian dan penelusuran pustaka-pustaka kuno dari berbagai peradaban telah dilakukan oleh peneliti di era khilafah untuk menemukan obat yang berkhasiat dan aman. Ilmu tentang bahan obat dan obat akan berkembang seiring dengan meluasnya kekuasaan Islam. Buku-buku pengobatan Yunani, Mesir, Persia dan Roma telah diterjemahkan kedalam bahasa arab dan menjadi kajian penting dalam bidang kesehatan khusunya farmasi. Penelitian-penelitian tentang komposisi, formulasi dan khasiat  dilakukan oleh para dengan standar tertinggi pada masanya. 

Obat-obat yang telah ditemukan dikompilasi dalam bentuk formularium agar lebih mudah untuk dipelajari dan diaplikasikan dalam praktik klinik. Pembuatan fomularium mengadopsi formularium bangsa Yunani, hal ini tidak menjadi kendala bagi umat Islam, karena formularium adalah hasil ilmu pengetahuan yang bebas nilai sehingga dapat diterima oleh syariat. Formularium sendiri dapat didefinisikan sebagai dokumen yang memuat sediaan obat dan informasi penting lainnya yang merefleksikan keputusan klinik mutakhir.

Berikut beberapa nama-nama ilmuan di era kejayaan Islam  dan karya-karya nya dalam bidang farmasi yang dapat dianggap sebagai formularium pada masanya.

1.       Abu Hanifa Al-Dinawari (lahir : 815 M, wafat : 895/902 M)

Beliau adalah seorang ahli astronomi, botani dan sejarah. Beliau mengupas dan membedah botani lewat karyanya Kitab al-Nabat (Buku Tumbuh-tumbuhan) yang terdiri atas enam volume yang mencakup 637 jenis tanaman. Hanya saja beberapa volume telah punah, hanya volume ketiga dan kelima yang tersisa.  Buku beliau menjadi dasar untuk pencarian tumbuhan obat dan pengembangannya obat nabati (Golshani et al., 2015).

 

2.       At-Tabari (Lahir : 838 M, Wafat : 870 M)

Beliau adalah seorang ahli kedokteran, botani dan psikologi. Karya beliau dibidang medis adalah kitab Firdaus Al-Hikmat At-Tabari yang terdiri dari tujuh jilid. Pada jilid keenam kitab ini menjelaskan tentang obat-obatan dan racun-racun (Ghaffari et al., 2014).

 

3.    Abu Bakar Ar-Razi (lahir : 854 M, wafat : 932 M)

Selain ahli dalam bidang kedokteran, beliau pun ahli dalam bidang farmakognosi, beliau telah membagi obat-obatan yang berasal dari tanaman, hewan dan mineral. Kitab yang beliau karang, Al-Asrar, berisi tentang obat-obatan dan cara pencampurannya. Hingga abad ke 19 kitab ini masih menjadi buku pegangan praktikum kedokteran (Amr & Tbakhi, 2007).

 

4.       Ibnu Juljul (wafat : 994 M)

Beliau menterjemahkan buku De Materia Medica Disocorides kedalam bahasa arab dan menambahkan banyak substansi baru seperti tamarin, champora, kayu cendana, dan kapulaga. Ia pun mengidentifikasi banyak tumbuhan baru yang memiliki efek pengobatan untuk beberapa penyakit (Al-Hassani, 2012).

 

5.       Al-Biruni (Lahir : 973 M, wafat : 1051 M)

Beliau menulis kitab yang berjudul Asy-Syahdalah (ramuan-ramuan) yang diterjemahkan dalam bahasa latin dengan judul Continens. Al-Biruni menjelaskan tentang ramuan-ramuan obat dan tata cara dalam pembuatan obat, termasuk menjelaskan peralatan yang diperlukan (Hamarneh, 1976).

 

6.       Abu Bakar Hamid Ibnu Samajun (w.1002)

Ibnu Samajun adalah seorang dokter yang menulis sebuah buku yang sangat luar biasa, buku tebal nya diberi judul al-Jami‘ li-aqwal al-qudama’ wa-al-muhdathin min al-aibba’ wa-al-mutafalsifin fī l-adwiyah al-mufradāh   (The Compendium on Simple Drugs with Statements of Ancient and Modern Physicians and Philosophers). Beliau pun menulis buku formularium yang diberi judul Al-Aqrabadin yang berisi komposisi obat yang bermanfaat untuk praktik kedokteran (Ullmann, 1970).  

 

7.       Al-Ghafiqi (wafat : 1165)

Beliau adalah seorang ahli obat-obatan yang berasal dari Andalusia, beliau mengumpulkan dan mengkaji berbagai jenis tumbuhan yang diperolehnya dari wilayah Spanyol dan Afrika. Beliau menulis kitab yang berjudul Al-Jami Al-Adwiyyah Al-Mufradah yang berisi tentang komposisi obat, dosis dan tata cara meracik (Sudewi & Nugraha, 2017).

 

8.       Ibnu Al-Suri (Lahir : 1177 M, wafat : 1241 M)

Beliau menulis kitab Al-Adwiyat Al-Mufradah yang berisi tentang obat-obat sederhana yang bersumber dari bahan tumbuhan. Kitab ini memiliki kelebihan yaitu adanya lukisan tumbuhan obat yang dimaksud. Untuk membuat kitab ini beliau mempekerjakan pelukis untuk dapat menggambarkan sketsa tumbuhan mulai dari tahap pertumbuhannya dengan menggunakan pewarna (Ali, 1996).

 

9.       Ibnu Al-Baythar (Lahir : 1197 M, Wafat : 1248 M)

Beliau dikenal sebagai dokter hewan, ahli botani dan farmakologi. Selama beliau di Mesir beliau ditunjuk sebagai “Kepala Ahli Maramu Obat”. Setelah meninggalkan Kairo beliau berkelana ke Malaga, Marrakesh, Suriah, dan Asia Kecil, untuk mencari tanaman obat. Buku-buku beliau terkait kompilasi obat-obatan antara lain Al-Mughni fi al-Adwiya’ al-Mufradat, kitab ini berisi tentang ramuan-ramuan obat yang disusun disesuaikan dengan bagian-bagian tubuh yang harus didahulukan untuk menyembuhkan penyakit. Buku yang beliau tulis pula adalah  Al-jami’ li Mufradat al-Adwiyah wa al-Ahdhiya,  buku ini berisi tentang 1400 contoh obat. Buku lainnya adalah Al-Jamii fi Al-Tibb, buku ini mengupas tentang beragam tubuhan obat, kurang lebih ada seribu tumbuhan yang dibahas. Buku terakhir adalah Al-Adwiyat al-Basyithah, yang berisi tentang ramuan-ramuan obat sederhana (Ullmann, 1970).

Itulah beberapa ilmuan farmasi ternama yang membuat formularium terkait obat. Tidak dapat dipungkiri bahwa peradaban Islam telah mewariskan ilmu yang luar biasa untuk seluruh penduduk di dunia ini. Hal ini membuktikan bahwa Islam tidak menghambat perkembangan ilmu, malah sebaliknya Islam akan mendorong manusia untuk melakukan penemuan-penemuan di bidang kesehatan, sains dan teknologi.

 

Referensi :

Al-Hassani, S. T. S. (Ed.). (2012). 1001 Invention The Enduring Legacy of Muslim Civilization (3rd ed.). National Geograpich.

Ali, A. (1996). Islamic Dynasties of the Arab East: State and Civilization During the Later Medieval Times. M.D. Publications Pvt. Ltd.

Amr, S. S., & Tbakhi, A. (2007). Abu Bakr Muhammad Ibn Zakariya Al Razi (Rhazes): Philosopher, Physician and Alchemist. Annals of Saudi Medicine, 27(4), 305–307. https://doi.org/10.5144/0256-4947.2007.305

Ghaffari, F., Naseri, M., Asghari, M., & Naseri, V. (2014). Abul- Hasan al-Tabari: A review of his views and works. Archives of Iranian Medicine, 17(4), 299–301. https://doi.org/014174/AIM.0015

Golshani, S. A., Daneshfard, B., Mosleh, G., & Salehi, A. (2015). Drugs and Pharmacology in the Islamic Middle Era. Pharmaceutical Historian, 45(3), 64–69.

Hamarneh, S. K. (1976). The pharmacy and materia medica of al-Biruni and al-Ghafiqi—A comparison. Pharmacy in History, 18(1), 3–12.

Sudewi, S., & Nugraha, S. M. (2017). Sejarah Farmasi Islam dan Hasil Karya Tokoh-Tokohya. 2(1), 57–71.

Ullmann, M. (1970). Die Medizin im Islam. E.J. Brill Leiden, VI(I).

LEMBAGA PENDIDIKAN FARMASI DI MASA KHILAFAH ISLAM

 Oleh : apt. Ilman Silanas, M.Kes, M.Farm.Klin

Pada awal nya ilmu farmasi merupakan bagian  dari ilmu kedokteran, dalam aspek lainnya, terdapat kaitan antara ilmu farmasi dengan botani dan kimia. Sepanjang sejarah perkembangan ilmu ini hingga dipisahkan menjadi badan ilmu mandiri, ilmu farmasi telah tumbuh dari berbagai cabang keilmuan lain. Ilmu botani menjadi dasar dari perkembangan ilmu farmakognosi, ilmu kedokteran menjadi dasar bagi ilmu farmakologi dan terapi, dan ilmu kimia menjadi dasar bagi ilmu farmasetika dan industri farmasi.

Kaum muslimin mengenal ilmu farmasi seiring perkembangan tiga keilmuan tersebut. Universitas-universitas telah didirikan dan melahirkan ilmuan polymath, mereka mempelajari lebih dari satu bidang ilmu, mengkombinasikan dan melahirkan ilmu terapan yang bermanfaat untuk umat manusia. Tidak hanya sebagai penopang kejayaan islam dan kaum muslimin, akan tetapi memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern masa kini.

Berikut adalah beberapa universitas yang didirikan pada masa khilafah islam yang berkontribusi langsung ataupun tidak langsung pada lahirnya para ilmuan yang mengembangkan ilmu farmasi.