Monday, November 14, 2011

Jadi Langsing Tanpa Pusing

Oleh :
K. Tatik Wardayati


Intisari-Online.com –
Dulu, gemuk itu lambang “kemakmuran”. Namun, setelah terbukti obesitas (kegemukan) berpotensi mengundang beragam penyakit, banyak orang gemuk beralih ingin langsing. Segala cara dihalalkan tapi masih tetap gendut. Bagaimana mengatasinya?

Kegemukan membuat tubuh cepat lelah jika dipakai bekerja keras, debar jantung lebih kencang, serta pernapasan terganggu. Terlalu gemuk juga kadang menjadi pemicu munculnya penyakit kelas berat, seperti diabetes, hipertensi, hiperlipidemia, dan penyakit jantung. Namun, di samping alasan kesehatan, kadang ada juga yang bersikeras menurunkan bobot badannya lantaran dilandasi problem psikologis. Misalnya, untuk menambah kepercayaan diri.

Ada beberapa cara konvensional untuk mengatasi kegemukan, seperti banyak berolahraga, mengatur pola makan, hidup teratur, atau dengan menggunakan “alat bantu” semisal slimming tea, metode pengobatan akupunktur, sampai pemakaian obat modern yang mengandung bahan kimia. Namun, cara-cara tersebut tidaklah aman. Tak jarang malah menimbulkan efek samping cukup mengganggu.

Ada cara mencapai langsing lainnya yang kecil kemungkinannya bikin pusing. Yakni dengan memanfaatkan tanaman obat. Cara ini banyak dipilih, karena dianggap lebih aman, tidak mempunyai efek samping, bahannya mudah didapat, dan yang paling penting tak bikin kantong ludes. Enggak perlu belanja ke toko atau apotek lagi!

Berikut ini beberapa resep untuk melangsingkan tubuh.

Jati belanda (Guazuma ulmifolia)

Daun jati belanda dapat mengurangi pembentukan lemak, menguruskan dan merampingkan badan. Buahnya bisa dimanfaatkan untuk obat diare dan batuk, sedangkan kulit batangnya cocok untuk tonikum, serta obat penyakit lepra dan herpes.

Caranya: cuci dan potong-potong 20 helai daun jati belanda, lalu rebus dengan 3 gelas air bersih. Setelah dingin, saring dan minum 2 – 3 x sehari. Agar rasanya lebih enak, tambahkan gula secukupnya.

Daun kemuning (Murraya paniculata L. Jack)

Ambil segenggam penuh daun kemuning, tambahkan segenggam penuh daun mengkudu dan ½ jari kelingking temugiring (Curcuma hyeneana). Tumbuk semua bahan itu sampai halus, sambil tambahkan 1 cangkir air, kemudian peras dan diminum pagi-pagi sebelum sarapan.

Mengkudu (Morinda citrifolia)

Cuci 2 buah mengkudu yang sudah masak sampai bersih. Lalu parut, peras, dan saring. Ramuan ini diminum 2x sehari.

Nanas (Ananas comosus)

Buah yang rasanya segar ini berfungsi meluruhkan lemak berlebih di badan.

Caranya: kupas buah nanas yang sudah masak dan besarnya lumayan. Kemudian cuci dan parut sampai habis. Setelah itu peras dan saring. Minum 2x sehari.

Delima (Punica granatum)

Buah ini bersifat sebagai astringen karena mempunyai zat sama. Zat samak mengendapkan protein yang terdapat dalam mukus yang melapisi bagian dalam usus. Sehingga penyerapan makanan di usus menjadi terhambat, pemakannya pun tidak jadi gemuk.

Caranya: siapkan 2 buah delima yang masih muda. Cuci dan tumbuk sampai halus. Setelah itu remas dengan air masak, tambahkan sedikit garam, lalu peras dan saring. Minum 1 – 2x sehari.

Selain tanaman yang disebutkan di atas, beberapa jenis tanaman obat yang juga sering masuk dalam ramuan jamu galian singset adalah kumis kucing (Orthosiphon stamineus), meniran (Phyllanthus niruri), jung rahab (Baeckea frutescens). Fungsi tanaman-tanaman itu di dalam ramuan lebih bersifat diuretik atau membantu mengeluarkan cairan tubuh, tidak berkaitan langsung untuk menurunkan berat badan.

Dengan mengetahui manfaat dan kehebatan deretan tanaman obat antigemuk, kita kini betul-betul punya alternatif. Bahwa menjadi langsing itu tak mesti selalu diikuti kepala pusing dan bablasnya isi kantong. (Tanaman Berkhasiat)

No comments:

Post a Comment