Tuesday, July 3, 2018

Hari #8 Ramadhan 1439 ZALIM


Suatu kali, seorang tabi’in, Muhammad bin Munkadir menunaikan shalat malam, tiba-tiba ia menangis dan isakan tangisnya semakin tak mampu ditahannya. Sehingga keluarganya terkejut dan bertanya kepadanya, “Apa yang menyebabkan kamu menangis? Muhammad bin Munkadir tak mampu menjawab, dan masih dalam keadaan menangis. 

Akhirnya mereka berinisiatif meminta tolong kepada Abu Hazim yang dikenal sebagai seorang ulama yang juga teman Muhammad bin Munkadir untuk menasehatinya. Tak lama kemudian, Abu Hazim datang sementara Muhammad bin Munkadir masih menangis. Abu Hazim berkata, “Wahai saudaraku, apa yang menyebabkan anda menangis? Anda telah membuat khawatir keluarga anda. Apakah karena suatu penyakit? Atau apa yang sebenarnya menimpa anda?” Dia menjawab, “Sungguh bacaanku sampai pada suatu ayat dalam kitab Allah -azza wa jalla- lalu saya menangis”. Abu Hazim bertanya, “Ayat yang manakah itu?”, Dia menjawab,

Hari #7 Ramadhan 1439 SUCCES STORY


Sudah satu tahun lama nya budak itu menunggu nasehat Hasan Al-Bashri. Bukan nasehat untuk nya tapi pada pada para pemilik budak. Permintaan setahun yang lalu belum juga dikabulkan oleh sang Imam. Gusar dan putus asa.

Hingga tepat satu tahun dimana harapannya sudah hilang, disuatu majelis ilmu akhirnya Sang Imam menjelaskan kepada para hadirin tentang keutamaan membebaskan budak.

Di akhir majelis sang budak bertanya, "Imam, mengapa setahun yg lalu aku sudah memintau engkau bicara tetapi baru tahun ini engkau menyampaikannya?"

Hari #6 Ramadhan 1439 AMBISI LEVEL 6


Abdurahman bin Auf telah bersiap berbaris, gemuruh pasukan kuda kafir Quraisy telah terdengar, kepulan debu padang pasir berterbangan, panas terik matahari memanaskan semangat barisan Rasulullah.

Pasukan telah bersiap. Ada yang aneh saat Abdurahman bin Auf memalingkan wajah nya, ada seorang dua remaja yang ikut dalam barisan. Ia mengenal dua remaja tersebut. Mereka adalah Mu'adz bin Amr bin Jamuh (14 tahun) dan Muawwidz bin Afra' (13 tahun). Keduanya adalah sahabat golongan anshar.

Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu ‘anhu menuturkan :

“Pada perang Badar, saya berada di tengah-tengah barisan para Mujahidin. Ketika saya menoleh, ternyata di sebelah kiri dan kanan saya ada dua orang anak muda belia. Seolah-olah saya tidak bisa menjamin mereka akan selamat dalam posisi itu.”

Hari #5 Ramadhan 1439 FOKUS


Brandon Tartikoff seorang presiden NBC bidang Hiburan divonis menderita kanker Colorectal. Ia pun harus menjalani terapi setiap hari Jumat selama satu tahun. Brandon pun harus menahan efek samping akibat terapi tersebut sepanjang akhir pekan.

Ditengah perawatan penyakitnya Brandon tetap melakukan pekerjaannya sebagai Presiden NBC. Apakah kinerjanya menurun ? Justru sebaliknya, Brandon ternyata dapat menorehkan hasil cemerlang, NBC naik peringkat dari yang terburuk menjadi yang terbaik. Dalam otobiografinya ia menulis "Kanker membantu anda melihat segalanya lebih jelas. Penyakit ini, ternyata malah dapat membantu anda bekerja lebih baik, dan alasannya sederhana, tak ada yang seperti kanker yang membuat Anda terFOKUS pada apa yang benar-benar penting"

Hari #4 Ramadhan 1439 ITQAN


Hari ini saya mendapat cerita tentang Ekspedisi Kutub Selatan pada tahun 1911 dari salah seorang sahabat sekaligus guru saya. Kisah tentang Roald Amundsen (Norwegia) dan Robert Falcon Scott (Inggris) yang berlomba untuk mencapai titik 90 derajat kutub selatan demi mengharumkan nama bangsa nya.

Kutub selatan adalah salah satu daerah paling ekstrim di muka bumi. Daratan ditutupi es, suhu pada musim panas saja paling tinggi -28 derajat Celcius, dan badai salju bisa datang tak terduga. Perlu persiapan matang dan perencanaan yang detail untuk bisa mencapai titik 90 derajat.

Kompetisi menuju puncak kutub itu akhirnya dimenangkan kan oleh Amundsen (Norwegia), seluruh awak nya selamat, ia kembali ke titik awal keberangkatan sesuai dengan rencana. Lain hal dengan Scott ( Inggris), tim nya kalah, tertinggal 35 hari, tidak ada satu pun dari tim itu yang pulang ke titik awal, semuanya mati saat menempuh jarak pulang, mayat mereka ditemukan 15 Km dari depo persediaan makanan.

Hari #3 Ramadhan 1439 MENOLONG ORANG ZALIM


Islam adalah agama rahmat. Ajaran ajaran nya adalah keberkahan bagi kehidupan manusia. Siapa pun yang bertakwa maka ia akan mendapatkan kasih sayang Allah SWT. Kebahagiaan dunia akhirat pasti akan tercapai.

Manusia selalu menghadapi fenomena kezaliman. Perampasan hak, penganiayaan, dan pembunuhan. Kezaliman bisa dilakukan oleh siapa pun, rakyat atau penguasa, kaya atau miskin, tua atau muda. Ada hal yang menarik dalam ajaran Islam, bahwa tidak hanya orang yang dizalimi yang wajib di tolong, tapi orang zalim pun wajib ditolong. Ada sebuah hadits yang menarik :

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا

“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”

Sunday, July 1, 2018

Hari #2 Ramadhan 1439 MUSIBAH



وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy-Syura, 30)

Makna musibah berakar dari lafadz ashaaba-yushiibu, dalam lisan arab, Ibnu Mandzur memberikan arti al-dahr (menimpa, malapetaka, bencana).

Musibah bisa menimpa badan, harta, dan lingkungan. Musibah yang sangat berbahaya adalah musibah yang menimpa agama.
Musibah agama adalah malapetaka yang menjadikan seorang muslim menjadi fasik, zalim, munafik, hingga kafir. Hal itu bisa disebabkan oleh kecintaan kepada dunia yang sangat, kurang nya ilmu agama, atau adanya kekuasaan yang menekan umat Islam sehingga menjauh dari agama.

Musibah semacam ini adalah musibah yang harus kita hindari. Sampai Rasulullah berdoa khusus agar tidak diberi musibah agama

وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلَا تَجْعَلْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا

dan janganlah Engkau jadikan musibah kami pada agama kami, dan jangan Engkau jadikan dunia sebagai impian kami terbesar, serta pengetahuan kami yang tertinggi, serta jangan engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menyayangi kami) (HR. Tirmidzi)

Mari kita amalkan doa ini, sehingga kita terhindari dari malapetaka akhirat.

Hari #1 Ramadhan 1439 NO PAIN NO GAIN


Pulang dari Umroh, Kakak saya bercerita tentang pengalamannya selama melaksanakan ibadah tersebut. Salah satu kisah yang menurut saya paling berkesan adalah dia menceritakan bahwa betapa godaan setan sangat terasa saat akan berangkat dan saat melakukan ibadah. “Tidak semudah yang dibayangkan, pasti akan banyak godaan.” Begitu kurang lebih yang Ia sampaikan.  “Seseorang yang Umroh nya mabrur dijamin oleh Allah untuk masuk syurga, ini lah yang membuat setan tidak suka, mereka akan menggunakan berbagai cara untuk menghambat”. I got the point. Semakin tinggi pohon semakin besar angin. NO PAIN NO GAIN