Dalam sebuah
pembicaraan dalam perjalanan pulang, teman saya menceritakan perihal ada
beberapa individu yang setelah berhenti dari pembinaan (tatsqif) dan aktivitas
dakwah tak tersisa sedikit pun tanda bahwa dulu ia pernah dibina dan berdakwah.
Aktivitas nya jauh berbeda, mulai dari tampilan, pergaulan dan perkataan sangat
tidak mencerminkan sebagai orang yang pernah terbina. Tsaqafah yang dulu
diajarkan tampak bersih tak bersisa. Kenapa ini bisa terjadi? Saya pun hanya
diam karena tidak tahu jawabannya. Wallahua'lam.
Hingga saya
membaca firman Allâh SWT berikut ini :
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ
سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ
اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ
Katakanlah:
"Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan
serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya
kepadamu?" Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan
tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga)." (QS. Al-An'am
: 46)




