Tuesday, July 5, 2016

HINGGA GUNUNG PUN HANCUR

Puncak Everest 8.848 meter dpl, merupakan puncak tertinggi di dunia. Puncak ini merupakan bagian dari pegunungan Himalaya yang terbentang luas dari mulai negara Pakistan, India, Cina, dan Nepal.
Barisan Himalaya mempunyai panjang sekitar 2400 km, dari Nanga Parbat di barat hingga Namche Barwa di timur. Lebarnya bervariasi antara 250-300 km. Himalaya terdiri dari tiga barisan paralel, diatur menurut ketinggian dan usia secara geologis. Pegunungan Himalaya merupakan produk dari lempeng tektonik yang menarik. Tumbukan antar lempeng benua atau yang disebut dengan kolisi akan menghasilkan pegunungan tinggi non vulkanik, seperti pegunungan Himalaya ini.
Dengan masa material yang sangat besar, sekitar 220 juta tahun yang lalu, pada saat benua Pangea pecah, India mulai bergerak ke utara. Pulau itu bergerak sekitar 6.000 kilometer sebelum akhirnya bertabrakan dengan Asia sekitar 40 sampai 50 juta tahun yang lalu. Kemudian, bagian dari daratan India mulai masuk ke bawah daratan Asia, sedangkan daratan Asia naik, yang mengakibatkan munculnya Himalaya.

JIKA ANDA KE LAUT MAKA INGATLAH INI

Sekitar 70,8% permukaan Bumi ditutupi oleh air, dan terdapat banyak landas benua di bawah permukaan laut. Luas permukaan Bumi yang ditutupi oleh air setara dengan 361,132 km2. Permukaan Bumi yang terendam memiliki bentang pegunungan, termasuk rangkaian punggung tengah samudra dan gunung api bawah laut,bentang lainnya adalah paling laut, lembah bawah laut, dataran tinggi samudera, dan daratan abisal.
Peneliti dari Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) Department of Marine Chemistry and Geochemistry Amerika Serikat mulai menghitung volume dan kedalaman air laut melalui satelit. Dan hasilnya menurut Matthew Charette adalah bahwa volume air laut kira-kira sebanding dengan lima kali air laut di teluk Meksiko atau lima ratus kali lebih banyak dari Great Lakes. Bila dikalkulasi volume air laut adalah 97,39 % dari total air yang ada di muka bumi sejumlah 1.384.000.000 km3. Jumlah yang sangat luar biasa.

KASUS VAKSIN PALSU DAN CACAT GENETIK KAPITALISME

Peredaran vaksin palsu yang telah menghebohlan dunia kesehatan benar benar mengkhawatirkan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemeriksaan sampel vaksin yang dipalsukan para tersangka kasus vaksin palsu. Hasilnya enam vaksin positif dipalsukan para pelaku.
"Hasil dari pemeriksaan laboratorium badan POM pusat sampai hari ini dinyatakan bahwa 6 jenis vaksin palsu terdiri dari: Tripacel, pediacel, engerix-B, serum anti tetanus, Polyvalent anti snake, Tuberculin PPD RT 23," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipid Eksus) Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya saat dikonfirmasi Senin (4/7/2016).
"Para pelaku mengedarkannya di Medan, Aceh, Padang, Semarang, Yogya, Jakarta, Banten, dan Jabar," ujar Agung.

MAKNA FITRAH YANG SEBENARNYA


Berikut saya sajikan Tafsir ayat yang memuat kata Fitrah. Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya. Hingga diakhir bulan Ramadhan ini kita bisa memahami siapa diri kita dan agama apa yang terbaik untuk kita berserah diri didalam nya.
Allah Swt berfirman :
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا فِطْرَتَ اللهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لاَ تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللهِ ذَلِكَ الدَّيْنُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَيَعْلَمُوْنَ
Hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS ar-Rum [30]: 30).

Monday, November 2, 2015

FORMAT BARU DOKUMENTASI ASUHAN KEFARMASIAN METODE FARM (FINDING, ASSESMENT, RESOLUTION, AND MONITORING)



Hasil gambar untuk pharmaceutical care
Oleh : Ilman Silanas, Apt.,M.Kes
(Apoteker RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung)

FARM merupakan metode pendokumentasian asuhan kefarmasian dari sebuah proses berurutan yang dimulai finding (temuan), assessment (penilaian temuan), resolution (penyelesaian) dan monitoring (pemantauan). Pendokumentasian ini berfokus pada pengelolaan manfaat dan risiko penggunaan obat terhadap pasien.  FARM dilakukan bila dokter telah membuat order kepada Farmasi terkait obat yang akan diberikan. Bila dokter belum memulai order maka tidak ada kewajiban apoteker untuk melakukan asuhan kefarmasian.

Bagaimana pendokumentasian FARM ini dibuat ?

Pertama, langkah awal dalam melakukan pendokumentasian FARM adalah membuat kelompok masalah terkait obat DRPs. Setiap masalah FARM harus diselesaikan secara terpisah dan membuat prioritas masing-masing. Berikut tipe-tipe masalah terkait obat :

Sunday, November 1, 2015

PENGOBATAN MANDIRI : ALERGI


Hasil gambar untuk alergi
Oleh : Ilman Silanas, M.Kes.,Apt
 (Apoteker RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung)

Mengenal Alergi 

Alergi dapat diartikan sebagai reaksi tubuh ang berlebihan atas alergen (pemicu alergi) yang masuk pada sistem tubuh manusia. Gejala alergi dapat berupa kulit gatal dan merah, bersin-bersin, mata berair, serta hidung meler. Gejala alergi berbeda pada setiap orang.

Reaksi alergi memiliki tingkatan yang bervariasi, mulai dari reaksi alergi ringan hingga mengancam jiwa. Dalam kehidupan sehari-hari terdapat pemicu alergi yang biasa terpapar pada manusia antara lain debu, serbuk sari, obat, makanan, gigitan serangga, rambut binatang, virus atau bakteri. Reaksi alergi bersifat individual artinya bisa jadi seseorang alergi pada debu tapi tidak pada orang lain.

Thursday, October 31, 2013

BILA ANDA KERACUNAN OBAT (bagian pertama)


Paracelus berkata 'Semua substansi adalah racun, tiada yang bukan racun. Dosis yang tepat membedakan racun dari obat"
Saat ini masyarakat dihadapkan pada fenomena penggunaan obat yang irasional. Irasional disini artinya obat tidak digunakan sesuai dengan indikasinya, ataupun bila tepat digunakan sesuai indikasi tapi bermasalah pada dosis yang digunakan.

Hal diatas diperparah dengan tidak adanya edukasi dari tenaga kesehatan baik apoteker ataupun dokter yang menjelaskan secara rinci tata cara penggunaan obat dan bahaya yang timbul dari penggunaan obat yang tidak sesuai anjuran. Saya harap tulisan ini dapat membantu pembaca dalam mengatasi permasalahan keracunan obat. Materi ini adalah materi yang saya sederhanakan dari materi kuliah tentang Toksisitas di Akademi Kebidanan Cianjur.

MENGENALI OBAT PALSU DAN TIDAK STANDAR

Oleh : Ilman Silanas, Apt.,M.Kes (Apoteker RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung)

Berikut saya paparkan cara Ilmiah dan cara Awam dalam mengenali obat palsu dan obat tidak standar:

1. Cara Ilmiah
Tingkat akurasi cara Ilmiah adalah mendekati 100 %. Karena dilakukan dengan menggunakan metode yang telah teruji validitasnya. Uji yang dilakukan adalah Uji Kuantitaif dan Kualitatif. Cara ini menuntut kesempurnaan dalam menjalankan prosesnya yang bertumpu pada 3M (Man, Machine, Methode)  bila salah satu dari 3 M ini bermasalah, dapat dipastikan hasilnya tidak akan memuaskan dan tidak valid (tidak bisa dipercaya).

Uji kuantitatif adalah uji yang dilakukan dengan memeriksa kadar zat aktif dari sebuah sediaan obat. Misalnya, pasien membeli sirup Ibuprofen, dikatakan setiap 5 ml mengandung 100 mg Ibuprofen, artinya setiap pasien tersebut menakar obat dengan sendok takar 5 ml, seharusnya terkandung 100 mg Ibuprofen. Maka uji Kuantitatif dilakukan dengan menghitung kadar Ibuprofen, bila hasilnya antara 90-110 mg maka itu masih pada batas yang diperbolehkan karena aturannya demikian, tapi bila kurang dari 90 mg atau lebih dari 110 mg maka obat tersebut sudah diluar batas ketentuan. Paling parah terjadi bila tidak ada kadar Ibuprofennya sama sekali.

Uji Kuantitatif adalah uji yang dilakukan untuk memeriksa apakah zat aktif yang terkandung dalam sediaan obat sesuai dengan klaim obat. Misalnya, pasien membeli tablet asam mefenamat, setelah diuji ternyata tidak terkandung sedikitpun asam mefenamat, yang diperlihatkan dari hasil reaksi atau petunjuk pada instrument. Obat hanya mengandung amilum, dan zat tambahan lainnya, artinya obatnya kosong (tidak ada zat aktif). 

Metode Kuantitatif dan Kualitatif untuk tiap senyawa sudah ada ketentuannya dalam Farmakope atau buku teks terkait Kimia Analisis Farmasi.

2. Cara Awam
Bila anda bukan orang yang ahli dibidang farmasi atau bidang medis, berikut cara awam yang bisa saya bagi, berdasarkan jenis sediaan obat :

Friday, July 12, 2013

KAMUS BAHASA INDONESIA UNTUK MICROSOFT WORD

Agar Microsoft word mengenali Bahasa Indonesia maka harus terlebih dahulu di Instal kamus bahasa indonesia dengan meng-add file bahasa.dic yang bisa diunduh disini.

cara menginstall kedalam M. Word 2007 :
1. klik office button (lingkaran dibagian kiri atas)
2. klik word option
3. Klik menu Proofing
4. Klik Custom Dictionaries
5. Klik Add...
6. Cari posisi file Bahasa.dic yang telah diunduh
7. Klik OK
8. Klik OK
9. Word sudah mengenali Bahasa Indonesia