Wednesday, August 3, 2016

PROBIOTIK : MASIH BANYAK HAL YANG MESTI DIPELAJARI


Beth Bolt, RPh
(Clinical Pharmacist and medical editor residing in Northern California.)

Published Online: Wednesday, July 20, 2016

Diterjemahkan oleh :

Ilman Silanas, Apt.,M.Kes
(Apoteker RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung)

Mikroorganisme terdapat dimana-mana, tanah, udara dan air, termasuk pada tubuh kita. Dalam standar higienitas modern mikroba dianggap sebagai hal yang buruk. Maka kita mempersenjatai diri kita dengan sabun, dan peralatan antiseptik lainnya untuk mencegah tindakan “buruk” mikroba pada tubuh kita.
Ketika kita mendengar kata bakteri maka pikiran kita langsung menyimpulkan bahwa hal tersebut akan membuat kita sakit. Sejak ditemukan penisilin pada tahun 1920 perkembangan agen pembunuh bakteri terus berkembang, penemuan antibiotik terbukti  dapat menyelamatkan jutaan nyawa. Pada perspektif lain, walaupun beberapa bakteri terbukti berbahaya bagi kesehatan, ternyata banyak bakteri yang berperan penting dalam kehidupan.


Penelitian tentang mikrobiom (jutaan bakteri probiotik yang hidup dalam tubuh manusia) telah banyak dilakukan pada tahun-tahun terakhir ini. Walaupun demikian, penelitian tentang mikrobiom ini masih pada tahap awal. Mikroba ini membantu tubuh kita untuk mencerna dan menyerap nutrisi, memproduksi sejumlah vitamin, melindungi tubuh dari patogen dalam makanan, dan melawan agen pengganggu tubuh seperti virus influenza dan senyawa karsinogenik.


Mikroba ini terdapat dalam jumlah yang sangat besar dalam tubuh manusia, mereka merupakan mikrobiota tubuh manusia, keberadaan mereka telah banyak mempengaruhi fungsi tubuh, termasuk dalam urusan mengontrol kode genetik dengan cara stimulasi atau menghambat ekspresi beberapa gen. Pada beberapa penelitian sudah dapat dipastikan adanya hubungan antara mikrobiota lambung dengan obesitas, penelitian pada mencit menunjukkan beberapa aktivitas mikroba berdampak pada tingkah laku dan absorpsi makanan.

Usia, status kesehatan, kebersihan dan pola makan mempengaruhi keseimbangan mikroba. Sebagian obat-obatan seperti antibiotik dapat membunuh mikroba “baik” . Ketika hal ini terjadi, anda pasti ingin segera memulihkan mikroba “baik” secara cepat untuk melindungi kesehatan anda.

Apa itu Probiotik ?

Probiotik adalah makanan atau suplemen yang berisi mikroorganisme hidup yang dapat kita konsumsi dengan tujuan mendapatkan manfaat kesehatan. Probiotik dapat berperan dalam meningkatkan fungsi pencernaan dan imunitas. Probiotik pun disebut-sebut berpotensi dapat mengobati beberapa kondisi seperti obesitas, masalah gigi, dan diabetes. Akan tetapi, walaupun terdapat bukti yang menunjukkan manfaat probiotik pada kesehatan, ternyata masih banyak yang belum diketahui terkait apa dan bagaimana produk probiotik yang beredar dapat meningkatkan derajat kesehatan.  Hampir seluruh probiotik mengandung bakteri dari kelompok Lactobacillus dan Bifidobacterium. Pada tiap kelompok terdapat banyak spesies, dan dari tiap spesies terdapat banyak strain. Bakteri jenis lain dapat berfungsi sebagai probiotik, begitu pula dengan ragi seperti Saccharomyces boulardii.



Apakah Probiotik Efektif ?

Masih ada area-area dimana kita tidak mengetahui tentang efektivitas probiotik : seperti tipe bakteri apa yang terbaik, berapa dosis ideal, berapa lama terapi yang optimal, dan kelompok populasi mana yang akan mendapatkan manfaat yang lebih besar ?. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi probiotik akan membantu dalam mencegah terjadinya diare akibat antibiotik dan diare karena perjalanan (traveler’s diarrhea). Probiotik pun berpengaruh singkat pada gangguan perut yang merupakan gejala flu seperti diare ataupun masalah pencernaan, yaitu hanya satu hari saja. Suplemen probiotik membantu dalam mengatasi gejala iritasi usus, dan sangat berguna saat dijadikan terapi tambahan dalam mengobati diare karena Clostridium difficile, ulcerative colitis atau bacterial vaginosis.


Apakah Probiotik Aman ?

Produk probiotik dijual dalam bentuk suplemen diet atau makanan, regulasi FDA (lembaga pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat) terkait makanan tidak sama dengan regulasi untuk obat. Atas dasar ini maka konsumen jangan lantas yakin bahwa kandungan bakteri suplemen probiotik sesuai dengan yang tertera pada label baik nama dan jumlah nya. Sebelum menggunakan produk probiotik, adalah lebih baik bila mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker, walaupun pada umum nya probiotik aman untuk orang sehat, akan tetapi kemungkinan dapat menimbulkan masalah pada orang sakit atau memiliki masalah imunitas. Bila akan menggunakan probiotik yang mengandung bakteri, hal yang sangat penting adalah menjedanya kurang lebih 2 jam setelah meminum antibiotik. Setelah meminum obat antijamur, tunggu 2 jam sebelum meminum probiotik yang mengandung ragi.

Apa Saja produk probiotik ?

Probiotik dapat berupa makanan yang mengandung serat terlarut (sejenis nutrisi yang tidak dapat dicerna yang dapat menjadi promotor pertumbuhan bakteri baik pada usus). Memakan makanan dengan kadar serat terlarut tinggi akan menjaga bakteri probiotik tetap “sehat”. Makanan-makanan sehat yang dapat menjadi probiotik bagi bakteri “baik” pada usus, seperti asparagus, jerusalem artichokes, chicory root, bawang putih, bawang Bombay, bawang daun, pisang, gandum, dan kacang polong.
 
Makanan yang mengandung kadar serat terlarut dapat kita jumpai pada banyak jenis makanan seperti buah-buahan, sayuran, seluruh gandum, bekatul, madu, dan kedelai. Ringkasnya secara umum, selama kita memakan makanan yang bervariasi yang mencakup buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, gandung, maka anda telah mendapatkan probiotik yang sangat cukup atau dengan kata lain serat terlarut akan menjaga bakteri baik tetap sehat.



Makanan yang menjaga Bakteri Usus

Sangat mungkin untuk menjaga bakteri baik yang ada dalam tubuh kita dengan memodifikasi pola makan. Kita tahu bahwa makanan berserat dapat berfungsi seperti makanan bagi bakteri yang hidup di usus. Saat bakteri kelaparan dalam usus maka mereka akan mencerna lapisan getah/lendir saluran usus besar, adapun bila bakteri mendapatkan makanan dari serat yang kita makan, mereka akan memberikan nutrisi yang dapat menjaga sel-sel yang berada di sepanjang saluran usus.

Gandum, kacang-kacangan, buah-buahan, sayur-sayuran, dan makanan tinggi serat lainnya menjadi makanan bergizi bagi bakteri, bakteri baik akan dapat melawan pertumbuhan bakteri penyebab masalah kesehatan. Jalan lain untuk membangun mikrobiom yang lebih baik adalah dengan mengkonsumsi makanan yang secara alami mengandung kadar probiotik tinggi, hal ini lebih baik dibandingkan dengan mengkonsumsi makanan yang difermentasi dan ditanam secara tidak alami.

Walaupun sifat nya alami, makanan probiotik tidak bisa disamakan dengan suplemen probiotik, kandungan nutrisi pada makanan probiotik memiliki nilai tambah yang lebih baik. Cara alami yang dapat dilakukan untuk mengirim bakteri baik pada saluran cerna  adalah dengan memakan makanan tefermentasi seperti Yogurt, sauerkraut, kombucga, kefir, dan kimchi. Makanan probiotik lain yang dapat menjadi alternatif misalnya tempe, miso soup, beberapa jenis keju, sourdoughs, dan makanan yang diawetkan dengan fermentasi seperti hasil fermentasi turnips, terung, mentimun, bawang putih, waluh dan wortel.


Catatan Akhir

Pastikan membaca label produk dan teliti lebih dahulu. Pilihlah merek yang memiliki reputasi baik ketika kita akan memilih makanan probiotik atau suplemen probiotik. Tidak semua makanan dan suplemen memiliki manfaat yang sama, dan jangan sampai kita menghamburkan uang kita dengan membeli produk yang tidak bermanfaat bagi kesehatan kita.

Pustaka :
  • Foods to restore your intestinal flora. Scientific American website. scientificamerican.com/article/foods-to-restore-your-intestinal-flora/. Accessed May 19, 2016.
  • Probiotics: in depth. National Institutes of Health website. nccih.nih.gov/health/probiotics/introduction.htm. Accessed May 19, 2016.
  • Fiber supplementation influences phylogenetic structure and functional capacity of the human intestinal microbiome: follow-up of a randomized controlled trial. The American Journal of Clinical Nutrition website. /ajcn.nutrition.org/content/early/2014/11/12/ajcn.114.092064.abstract. Accessed May 20, 2016.
  • Metabolites produced by commensal bacteria promote peripheral regulatory T-cell generation. Nature website. nature.com/nature/journal/v504/n7480/full/nature12726.html. Accessed May 20, 2016.
  • 4 habits for a healthy gut. CNN website. cnn.com/2014/06/18/health/good-gut-bacteria/. Accessed May 20, 2016.
  • Johansson ME, Gustafsson J K, Holmen-Larsson J, et al. Bacteria penetrate the normally impenetrable inner colon mucus layer in both murine colitis models and patients with ulcerative colitis. Gut. 2014;63(2) 281-291. doi: 10.1136/gutjnl-2012-303207.
  • My microbiome and me. Science website. science.sciencemag.org/content/336/6086/1248.summary. Accessed May 21, 2016.
  • Ursell LK, Metcalf JL, Parfrey LW, Knight R. Defining the human microbiome. Nutr Rev. 2012;70(suppl 1):S38-S44. doi: 10.1111/j.1753-4887.2012.00493.x.
  • Hempel S, Newberry SJ, Maher AR, et al. Probiotics for the prevention and treatment of antibiotic-associated diarrhea: a systematic review and meta-analysis. JAMA. 2012;307(18):1959-1969. doi: 10.1001/jama.2012.3507.
  • Goldenberg JZ, Ma SSY, Saxton JD, et al. Probiotics for the prevention of Clostridium difficile-associated diarrhea in adults and children. Cochrane Database Syst Rev. 2013;5(CD006095). doi: 10.1002/14651858.CD006095.pub3.
  • Hungin AP, Mulligan C, Pot B, et al; European Society for Primary Care Gastroenterology. Systematic review: probiotics in the management of lower gastrointestinal symptoms in clinical practice—an evidence-based international guide. Aliment Pharmacol Ther. 2013;38(8):864-886. doi: 10.1111/apt.12460.
  • Moayyedi P, Ford AC, Talley NJ, et al. The efficacy of probiotics in the treatment of irritable bowel syndrome: a systematic review. Gut. 2010;59(3):325-332. doi: 10.1136/gut.2008.167270.
  • Hoveyda N, Heneghan C, Mahtani KR, Perera R, Roberts N, Glasziou P. A systematic review and meta-analysis: probiotics in the treatment of irritable bowel syndrome. BMC Gastroenterol. 2009;9:15. doi: 10.1186/1471-230X-9-15.
  • Kristensen NB, Bryrup T, Allin KH, Nielsen T, Hansen TH, Pedersen O. Alterations in fecal microbiota composition by probiotic supplementation in healthy adults: a systematic review of randomized controlled trials. Genome Med. 2016;8(1):52. doi: 10.1186/s13073-016-0300-5.


No comments:

Post a Comment