Secara mendasar, obat tradisional terdiri dari bagian-bagian tanaman atau ekstrak tanaman, hewan dan mineral yang belum dimurnikan yang mengandung berbagai komponen yang seringkali diyakini bekerja secara sinergis. Kebangkitan minat masyarakat baru-baru ini terhadap obat tradisional dikaitkan dengan beberapa faktor, antara lain :
- Berbagai klaim tentang efikasi atau efektivitas obat-obatan tradisional
- Preferensi konsumen terhadap terapi alami dan minat yang lebih besar pada obat alternatif,
- Keyakinan salah bahwa produk obat tradisional lebih unggul daripada produk manufaktur
- Ketidakpuasan dengan hasil dari farmasi konvensional dan keyakinan bahwa obat tradisional mungkin efektif dalam pengobatan beberapa penyakit di mana terapi dan obat konvensional terbukti tidak efektif atau tidak memadai,
- biaya tinggi dan efek samping dari sebagian besar obat modern,
- peningkatan kualitas, efikasi, dan keamanan obat herbal dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
- keyakinan pasien bahwa dokter mereka tidak dengan tepat mengidentifikasi masalah; oleh karena itu muncul perasaan bahwa obat tradisional merupakan pilihan lain, dan
- pergerakan menuju swamedikasi.
