Monday, November 2, 2015

FORMAT BARU DOKUMENTASI ASUHAN KEFARMASIAN METODE FARM (FINDING, ASSESMENT, RESOLUTION, AND MONITORING)



Hasil gambar untuk pharmaceutical care
Oleh : Ilman Silanas, Apt.,M.Kes
(Apoteker RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung)

FARM merupakan metode pendokumentasian asuhan kefarmasian dari sebuah proses berurutan yang dimulai finding (temuan), assessment (penilaian temuan), resolution (penyelesaian) dan monitoring (pemantauan). Pendokumentasian ini berfokus pada pengelolaan manfaat dan risiko penggunaan obat terhadap pasien.  FARM dilakukan bila dokter telah membuat order kepada Farmasi terkait obat yang akan diberikan. Bila dokter belum memulai order maka tidak ada kewajiban apoteker untuk melakukan asuhan kefarmasian.

Bagaimana pendokumentasian FARM ini dibuat ?

Pertama, langkah awal dalam melakukan pendokumentasian FARM adalah membuat kelompok masalah terkait obat DRPs. Setiap masalah FARM harus diselesaikan secara terpisah dan membuat prioritas masing-masing. Berikut tipe-tipe masalah terkait obat :

Sunday, November 1, 2015

PENGOBATAN MANDIRI : ALERGI


Hasil gambar untuk alergi
Oleh : Ilman Silanas, M.Kes.,Apt
 (Apoteker RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung)

Mengenal Alergi 

Alergi dapat diartikan sebagai reaksi tubuh ang berlebihan atas alergen (pemicu alergi) yang masuk pada sistem tubuh manusia. Gejala alergi dapat berupa kulit gatal dan merah, bersin-bersin, mata berair, serta hidung meler. Gejala alergi berbeda pada setiap orang.

Reaksi alergi memiliki tingkatan yang bervariasi, mulai dari reaksi alergi ringan hingga mengancam jiwa. Dalam kehidupan sehari-hari terdapat pemicu alergi yang biasa terpapar pada manusia antara lain debu, serbuk sari, obat, makanan, gigitan serangga, rambut binatang, virus atau bakteri. Reaksi alergi bersifat individual artinya bisa jadi seseorang alergi pada debu tapi tidak pada orang lain.