apt. Ilman Silanas, M.Kes.,M.Farm.Klin
Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan skor tata kelola AMR global dari 30,7 menjadi 44,5, meskipun kemajuan ini tidak merata di seluruh domain. Desain kebijakan berkembang paling pesat, namun aspek implementasi dan pemantauan masih tertinggal jauh, terutama di sektor lingkungan dan pertanian. Salah satu poin krusial yang ditemukan adalah adanya jeda waktu (lag) yang signifikan; dampak kebijakan NAP terhadap penurunan prevalensi AMR biasanya baru terlihat sekitar 4 hingga 5 tahun setelah adopsi. Selain itu, meskipun prevalensi AMR menunjukkan tanda-tanda perbaikan di beberapa wilayah, penelitian ini tidak menemukan penurunan yang signifikan dalam penggunaan antimikroba (AMU) secara keseluruhan atau angka kematian terkait AMR selama periode studi.

